12 Senjata Tradisional Bali dan Penjelasannya

Keberagaman budaya Indonesia juga didukung dari berbagai macam senjata setiap daerah, salah satunya Bali. Pulau yang terkenal karena panorama alamnya ini memiliki berbagai macam senjata tradisional yang kini dijadikan sebagai warisan nenek moyang.

Lantas apa saja senjata tradisional Bali? Berikut 12 daftar senjata khas Bali yang wajib diketahui.

Kandik

Kandik

Menurutkepercayaan dan mitologi masyarakat Bali, Kandik adalah senjata yang menjadi lambang salah satu dewa bernama Ayudha Dewata. Ia merupakan dewa yang melambangkan dewa yang menyebarkan kebaikan di alam semesta serta menggambarkan kekuatan alam ghaib.

Kandik merupakan senjata khas Bali yang bentuknya menyerupai kapak hanya saja pegangan kandik jauh lebih panjang. Namun dari segi fungsi keduanya tidak jauh berbeda yaitu sebagai alat pemotong kayu, untuk menebang pohon dan lain sebagainya.

Tiuk

Tiuk

Senjata tradisional Bali yang berikutnya yaitu Tiuk. Nama senjata ini cukup unik pun dengan bentuknya. Sebenarnya tiuk tidak jauh berbeda dengan bentuk pisau yakni kecil dan memiliki gagang sebagai pegangan. Hanya saja dari segi fungsi dan filosofi, tiuk digunakan oleh para perempuan Bali sebagai alat untuk menyiapkan sesajen dan alat bantu memasak.

Tiuk didesain dengan bentuk yang lebih sederhana mengingat ia digunakan oleh kaum hawa agar lebih aman digunakan dan dibawa. Biasanya tiuk juga dilengkapi dengan penutup yang dihiasi oleh ornamen ukiran sederhana.

Trisula Bali

Trisula Bali

Nama trisula diambil dari bahasa Sansekerta yang mempunyai makna tombak dengan tiga mata. Pernyataan tersebut sesuai dengan wujud tombak yang lancip dan runcing sebanyak tiga bagian.

Trisula Bali menjadi salah satu senjata tradisional Bali yang dianggap suci bagi sebagian masyarakat karena konon senjata tersebut adalah alat yang digunakan oleh Dewa Siwa.

Wedhung

Wedhung

Senjata tradisional satu ini tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya yakni menyerupai pisau. Namun berbeda dengan Wedhung karena ia jauh lebih besar dari pisau pada umumnya, benda tajam satu ini justru lebih mirip dengan golok.

Seperti senjata pada umumnya, Wedhung dibuat dari bahan logam sedangkan bagian pegangan terbuat dari kayu. Uniknya dari senjata satu ini yaitu terdapat motif baik ukiran atau garis pada bagian bilah pisaunya sehingga nampak lebih indah. Masyarakat Bali menggunakan wedhung sebagai senjata tajam yang diselipkan pada sisi depan atau samping badan.

Editor terkait:

Caluk

Caluk

Senjata tradisional Bali berikutnya yaitu Caluk. Alat tradisional ini bentuknya tidak jauh berbeda dengan pisau hanya saja ia jauh lebih melengkung dan memiliki gagang yang panjang. Alasan dibalik bentuk tersebut ternyata disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat untuk pertanian seperti memanen buah, membersihkan ranting yang tinggi bahkan memangkas rumput.

Keris Bali

Caluk bali

Tidak hanya Jawa, Bali juga memiliki senjata tradisional berupa keris. Keris Bali juga dibuat oleh empu yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tetua atau seseorang yang sakral. Tidak jauh berbeda dengan citra keris pada umumnya, keris Bali juga dianggap sebagai senjata yang legendaris dan mempunyai hikayat mistis.

Dahulu, keris Bali digunakan sebagai salah satu senjata perang untuk melawan musuh. Namun seiring berjalannya waktu, kini keris Bali dirawat dan disimpan untuk dilestarikan karena jumlahnya semakin terbatas mengingat pembuat keris haruslah seorang empu. Akibatnya kini masyarakat menggunakan senjata tradisional Bali ini hanya saat-saat tertentu saja seperti upacara adat.

Keris Tayuhan

Keris Tayuhan

Selain keris Bali, ada pula alat tradisional yang bernama keris tayuhan. Masyarakat Bali menganggap keris tayuhan sebagai alat yang sakral dan suci karena proses pembuatannya tidak boleh sembarangan. Oleh sebab itu, keris ini sangat dibutuhkan saat acara-acara sakral maupun simbol identitas seseorang.

Konon keris tayuhan ini dibuat sesuai dengan asas dan kepercayaan milik kerajaan Majapahit. Selain itu, lekukan pada keris yang menjadi bagian utamanya harus berjumlah ganjil sesuai dengan pakem-pakem adat yang dipercayai. Maka jangan heran jika sebagian masyarakat Bali sangat menjaga keberadaannya.

Pada zaman dahulu, senjata tradisional Bali ini dijadikan alat perang untuk melindungi diri. Namun seiring berkembangnya waktu, kini ia dijadikan benda pusaka atau bahkan hiasan karena terdapat hiasan di sekitar sarung dan gagangnya. Sedangkan menurut kepercayaan umat Hindu, keris tayuhan ini simbol yang memiliki nilai sejarah dan kekuatan magis sehingga dirawat dengan baik.

Penampad

Wedhung

Jika dilihat dari bentuk, senjata tradisional Bali satu ini lebih mirip pedang. Penampad adalah senjata tajam yang mirip pisau namun ukurannya lebih panjang. Berbeda dengan senjata lain yang digunakan untuk keperluan perang atau memasak, alat ini justru dimanfaatkan sebagai alat untuk membersihkan jalan setapak, sawah atau ladang.

Taji

Taji

Jenis senjata tradisional dari Bali yang cukup unik adalah Taji. Senjata daerah ini terbuat dari besi dan bentuknya unik menyerupai jalu seekor ayam. Penamaan Taji diambil dari kata ‘tajen’ yang bermakna pipih atau jika dijabarkan menjadi pisau kecil runcing, tajam dan pipih.

Senjata ini umumnya digunakan masyarakat Bali saat melakukan adu ayam dimana taji diletakkan pada kaki ayam sebagai senjatanya. Selain itu, taji juga dibutuhkan untuk keperluan upacara adat yang bernama tabuh roh. Pada upacara tersebut hewan disembelih terlebih dahulu kemudian darahnya ditaburkan. Upacara ini dipercaya dapat mengusir pengaruh negatif dan bala.

Arit

Arit

Arit merupakan senjata tradisional Bali yang juga umum dimiliki beberapa daerah lainnya. Senjata tajam satu ini umumnya digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk membersihkan ladang, rumput dan tanaman pengganggu lainnya. Arit ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah seperti sabit karena bentuknya seperti bulan sabit dan di Madura ia disebut dengan celurit.

Editor terkait:

Tombak

Tombak Bali

Mendengar nama tombak mungkin sudah tidak asing lagi karena alat tersebut digunakan untuk melawan penjajah. Senjata yang memiliki bentuk panjang dengan ujung runcing dan tajam ini juga digunakan para prajurit kerajaan sebagai alat perang. Selain sebagai senjata yang sudah ada dahulu ia juga termasuk sebagai senjata tradisional Bali.

Hal ini dibuktikan dengan adanya tari tradisional Wirayudha yang mengikutsertakan tombak di dalamnya. Tari tersebut merupakan tarian yang menggambarkan peperangan yang diperankan oleh 2 hingga 4 pria berpasangan dengan membawa tombak. Dalam tari tersebut menggambarkan prajurit dari Dwipa Bali yang siap bertempur di medan peperangan.

Blakas

Blakas

Jenis yang terakhir yaitu Blakas. Alat tradisional ini bisa dibilang golok khas Bali karena bentuknya jauh berbeda dan unik dibanding golok pada umumnya. Ia lebih pendek bahkan ada yang berukuran lebih mungil sehingga banyak yang menyebutnya mirip golok dapur.

Blakas ini tidak diperjualbelikan secara bebas karena ia diproduksi khusus dan hanya terdapat di beberapa daerah tertentu saja. Oleh sebab itu, senjata tradisional Bali ini hanya digunakan pada beberapa acara tertentu seperti hajatan atau acara gotong royong yang diselenggarakan di pura.

Baca juga kumpulan materi tentang Senjata Tradisional di indonesia atau materi menarik lainnya di MarketPlays