10 Senjata Tradisional Papua dan Penjelasannya

Setiap daerah di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, salah satunya adalah produk kebudayaan berupa senjata tradisional. Keberagaman produk kebudayaan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kelestarian budaya sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Berikut daftar 10 senjata tradisional Papua yang paling terkenal dan sering digunakan oleh masyarakat Papua dan penjelasannya.

Badik Kompilasi

Badik Kompilasi Papua

Senjata ini diyakini oleh orang Papua mempunyai makna dan nilai tertentu. Di Papua, Badik digunakan sebagai alat untuk berkelahi dan bertempur. Konon, Badik adalah senjata tradisional yang awalnya merupakan senjata tradisional suku Bugis di Makassar. Berdasarkan sejarahnya, senjata Badik ini sudah lebih dulu ada sejak Kerajaan Sulawesi.

Setelah dunia luar dikenal oleh orang Papua, senjata ini beralih kepemilikan menjadi milik Papua. Bentuk senjata Badik ini pendek seperti pisau. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Badik memiliki keampuhan atau kegunaan pada stroke atau gayanya. Orang-orang yang menggunakan senjata Badik disebut dengan Pamoro Assikodoi dan Pamoro Leko Ase.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, Pamoro Assikodoi memiliki kemampuan dalam mengubah sikap supaya pemilik senjata menjadi pejuang roh yang enteng rejeki dan jodoh. Sementara Pamoro Leko Ase memiliki properti berupa pemupukan tanaman ketika petani membawa senjata tradisional Papua ini saat menanam tanaman maupun menabur benih padi.

Panah dan Busur Papua

Panah dan Busur Papua

Senjata yang paling populer dalam masyarakat Papua adalah panah dan busur Papua. Biasanya senjata ini digunakan untuk berburu hewan liar salah satunya babi. Selain untuk berburu, senjata ini juga digunakan untuk berperang karena sering terjadi konflik antar kelompok.

Karakteristik panah dan busur Papua tersebut antara lain anak panah terbuat dari bahan kayu. Anak panah tersebut dilengkapi dengan mata panah yang terbuat dari bahan tulang kangguru yang telah diruncingkan serta dibubuhi cairan bersifat racun. Cairan beracun tersebut asalnya dari getah tumbuhan hutan yang dapat menambah efek luka.

Tombak Khas Papua

Tombak Papua

Senjata tradisional Papua ini sama halnya dengan tombak di daerah lain yang berfungsi untuk melakukan penyerangan dari jarak jauh. Di Papua tombak digunakan bukan untuk berperang melainkan untuk berburu hewan dengan menyerang dari jarak jauh. Menurut masyarakat setempat, berburu menggunakan tombak dirasa lebih efisien.

Tidak ada suara yang keluar seperti senjata api jika berburu hewan menggunakan tombak. Hewan yang sering diburu di Papua yakni rusa karena tingkat populasinya termasuk yang paling tinggi. Jaman dahulu bahan tombak berasal dari bahan alam berupa batu tajam dan kayu serta tulang sebagai mata tombaknya.

Semakin berkembangnya jaman, tombak dibuat dari bahan logam bukan kayu lagi. Jarak lempar senjata ini yakni sekitar 50 meter sehingga masyarakat Papua banyak yang mencetak prestasi sebagai atlet lempar lembing tingkat profesional. Tombak terdiri dari dua macam yakni bermata 1 dan bermata 2.

Editor terkait:

Pisau Belati Papua

Pisau Belati Papua

Pisau belati ini merupakan senjata tradisional Papua yang cukup unik karena bahan dasarnya adalah dari tulang kaki burung Kasuari. Ujung pisaunya berbentuk runcing dan gagang pisaunya dihiasi bulu Kasuari atau serat alam. Fungsinya yakni untuk bertarung, mengambil hasil hutan serta berburu. Senjata ini adalah senjata pelengkap dari panah dan busur.

Kapak Batu Khas Papua

Kapak batu Papua

Untuk mempermudah pekerjaan , masyarakat pedalaman Papua membuat senjata kapak ini dari bebatuan tajam yang biasa disebut dengan kapak batu. Senjata tradisional Papua berupa kapak tersebut dibuat dengan cara diikat pada tongkat kayu menggunakan pegangan yang terbuat dari tali rotan.

Menggunakan kapak batu ini cukup mudah yakni dengan cara mengetuk di bagian batu yang mengarah ke objek seperti daging, kayu maupun sesuatu lain yang akan dipotong. Kapak batu berguna untuk membantu proses dalam pembuatan sagu dan menebang pohon. Karena dianggap sebagai objek mewah, maka kapak ini juga digunakan sebagai mahar pernikahan.

Alat tusuk

Alat tusuk Papua

Alat tusuk tersebut sangat ramah lingkungan karena terbuat dari tulang kuskus yang sudah dibersihkan dan diruncingkan menggunakan batu asahan. Meruncingkannya dengan cara digosok berulang kali hingga runcing sesuai keinginan. Senjata tradisional Papua ini digunakan oleh suku Bauzi asli Papua untuk berburu hewan sambil menunggu tibanya masa panen.

Parang Papua

Parang Papua

Senjata parang Papua ini merupakan lambang dari laki-laki yang ulet dan kuat dalam berumah tangga. Parang tersebut terbuat dari belahan batu yang diasah. Biasanya pengrajin parang menambahkan darah babi dan minyak babi sebelum parang diasah hingga tajam dan licin supaya parang menjadi lebih awet dan keras.

Parang ini berfungsi untuk keperluan rumah tangga seperti menebang sagu, memasak, dan memotong daging. Selain itu, parang juga digunakan untuk melamar calon pasangan, hiasan pada dinding rumah yang biasanya diberikan pada wisatawan lokal dan turis yang membutuhkan serta digunakan untuk kebutuhan industri pertanian.

Pahat

Pahat Papua

Senjata tradisional Papua ini bersifat multifungsi karena bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk melubangi kayu, memotong rotan sebelum dianyam, dan dalam keadaan darurat bisa digunakan sebagai alat untuk menusuk musuh ketika terjadi peperangan. Di jaman sekarang fungsi pahat yakni sebagai perkakas yang digunakan oleh tukang.

Dalam sejarahnya senjata ini difungsikan untuk melakukan pemangkasan jari-jari tangan anggota keluarga dari jenazah. Namun karena budaya tersebut dilarang oleh pemerintah maka fungsi pahat hanya dibolehkan untuk alat perindustrian saja. Proses pembuatannya terbilang mudah dengan tambahan lilitan kayu tips supaya nyaman saat dipakai.

Editor terkait:

Kalawai

Kalawai Papua

Senjata ini sekilas tampak seperti senjata tombak, akan tetapi fungsinya berbeda. Fungsi senjata tradisional Papua kalawai ini digunakan untuk menangkap teripang, ikan, gurita, serta hewan-hewan air lainnya yang ada di perairan dangkal, air yang sedang surut, atau di laut. Kalawai berukuran besar digunakan untuk menangkap ikan ukuran besar.

Kalawai berukuran kecil digunakan untuk menangkap ikan di sekitar bibir pantai ketika laut sedang surut. Senjata ini memiliki 3-5 mata dengan gagang yang terbuat dari kayu, bambu, atau buluh yang lebih panjang dari tombak. Bagian ujungnya diberi besi stainless tajam lebih dari satu yang diikat melingkar di bagian buluh dan diasah sampai tajam.

Lembing

Lembing Papua

Lembing merupakan senjata tradisional Papua yang bentuknya mirip dengan tombak. Lembing biasanya dibawa oleh masyarakat Papua ketika pergi ke hutan supaya merasa aman. Selain lembing, masyarakat Papua juga membawa belati. Jika belati diselipkan dan diikat di betis maupun digantung di pinggang, lembing digenggam di tangan dengan dalam posisi berdiri.

Lembing ini mirip dengan tombak yang ada di daerah lain. Yang membedakan adalah gagangnya atau warangka. Fungsi lembing sama dengan tombak yang digunakan untuk berburu di hutan. Biasanya masyarakat Papua menggunakan senjata ini untuk berburu hewan-hewan yang ada di hutan sehingga senjata tradisional Papua ini memiliki manfaat yang besar.

Baca juga kumpulan materi tentang Senjata Tradisional di indonesia atau materi menarik lainnya di Market Plays