13 Senjata Tradisional Yogyakarta dan Penjelasannya

Yogyakarta mungkin terkenal sebagai salah satu provinsi yang menawarkan banyak wisata. Namun tahukah Anda bahwa Provinsi Yogyakarta juga memiliki banyak sekali senjata khas daerah. Bahkan jika dibandingkan dengan wilayah lain, maka Yogyakarta terbilang cukup banyak koleksi senjata tradisionalnya.

Berikut akan dibahas mengenai apa saja senjata tradisional yogyakarta yang perlu Anda ketahui.

Patrem

Patrem Yogyakarta

Senjata tradisional yang pertama dari Provinsi Yogyakarta yaitu patrem. Senjata yang satu ini memiliki bentuk yang serupa dengan keris, namun dalam ukurannya yang lebih kecil. Cara kerja dari senjata ini yaitu dengan ditikam kepada lawan melalui jarak dekat. Senjata tradisional ini memiliki ukuran 20 cm hingga 25 cm. Umumnya akan diletakkan di bagian belakang tubuh.

Wedhung

wedhung Yogyakarta

Wedhug juga merupakan salah satu senjata tradisional yogyakarta yang berasal dari Provinsi Yogyakarta. Senjata ini umumnya akan digunakan oleh seorang abdi dalem. Yang perlu Anda tahu bahwa senjata ini memiliki simbol sebuah kedudukan yang tinggi. Umumnya senjata ini akan diselipkan di bagian tubuh sebelah samping.

Para abdi dalem yang bekerja di Keraton Yogyakarta diwajibkan untuk menggunakan senjata tradisional ini. Begitu juga untuk para lurah serta perangkat-perangkat di atasnya. Wedhug yang digunakan oleh para pejabat Keraton ini disebut dengan pasikon.

Senjata tradisional ini dibedakan menjadi tiga macam antara lain yaitu: wedhug lugas yang dipakai oleh para menteri ke bawah, wedhug tiga suh yang umumnya dipakai oleh para pangeran Adipati Anom serta yang terakhir yaitu wedhug empat suh yang umumnya dipakai oleh para bupati Anom, abdi dalem, pangeran serta patih.

Canggah

canggah Yogyakarta

Senjata yang satu ini memiliki cara kerja serta bentuk menyerupai sebuah tombak. Yang membedakan dengan tombak biasa yaitu senjata ini memiliki dua mata tombak sehingga sering disebut juga dengan dwisula. Bentuknya yang unik tersebut membuat senjata tradisional yogyakarta ini dimanfaatkan untuk mengapit leher lawan bertarung.

Editor terkait:

Condroso

condroso Yogyakarta

Contoh senjata tradisional yang satu ini memiliki jenis tikam. Umumnya akan digunakan pada suatu pertarungan jarak dekat. Terbuat dari bahan besi yang di tempa. Yang menarik dari senjata tradisional ini yaitu digunakan oleh para kaum perempuan.

Zaman dulu para perempuan yang menggunakan senjata ini adalah para mata-mata atau disebut juga dengan telik sandi. Bentuk senjata tradisional yogyakarta ini bermacam-macam, ada yang menyerupai sisir namun ada pula yang menyerupai tombak. Agar senjata ini tidak terlihat mencolok, biasanya akan dipakai sebagai hiasan untuk konde.

Tombak

tombak Yogyakarta

Senjata tradisional berikutnya yaitu tombak. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan senjata yang satu ini. Memiliki bentuk runcing di bagian ujungnya sehingga dapat digunakan untuk menusuk lawan yang berada di jarak cukup jauh.

Cara menggunakannya bisa dengan dilempar. Bagi mereka yang telah ahli menggunakannya tentunya memiliki kekuatan lemparan yang kuat serta akurat. Tombak biasanya memiliki sarung untuk menutupi bagian ujungnya ketika tidak digunakan. Bagian mata atau ujung dari tombak terbuat dari bahan logam sedangkan untuk bagian yang panjang terbuat dari bahan berupa kayu sonokeling, ataupun terkadang menggunakan kayu jati.

Untuk bagian sarung senjata tradisional yogyakarta sendiri dibuat dari kayu palem. Berdasarkan fungsinya tombak dibedakan menjadi tiga jenis. Antara lain yaitu tombak pusaka yang dibuat dengan kualitas bahan yang tinggi serta memiliki kekuatan magis. Tombak kodhen, tombak yang satu ini memiliki kualitas rendah digunakan biasanya dalam pagelaran kesenian. Yang terakhir yaitu tompak baik yang dihias sedemikian rupa dan biasanya berfungsi dalam koleksi ataupun pameran.

Tempat untuk meletakkan tombak sendiri disebut dengan plonco yang terbuat dari bahan kayu. Umumnya tempat tersebut memiliki ukiran hewan seperti ular maupun naga. Menurut panjangnya tombak ada dua macam, yaitu tombak panjang dengan tonggak pendek. Untuk tambak yang pendek hanya berkisar 40 cm saja, sedangkan untuk tombak panjang bahkan bisa mencapai 2,5 meter panjangnya.

Bandhil

bandhil Yogyakarta

Senjata tradisional berikutnya disebut juga dengan umban pelempar batu. Bentuknya hampir sama seperti pendulum dua sisi. Bandil sendiri dibedakan menjadi 3 jenis menurut fungsinya. Antara lain yaitu bandhil lepas, bandhil jauh serta bandhil brubuh.

Untuk bandhil berubah terdiri dari peluru besi yang berbentuk bulat serta rantai. Umumnya senjata tradisional yogyakarta ini akan digunakan ketika terjadi perang yang melibatkan orang banyak. Cara kerjanya yaitu dengan mengayunkan benda tersebut ke arah lawan sehingga lawan yang ada di sekitar Anda akan terluka ketika terkena oleh senjata ini.

Untuk bandel jauh terbuat dari bahan anyaman, sedang untuk pelurunya sendiri terbuat dari besi. Senjata tradisional yang satu ini digunakan dalam pertempuran jarak jauh sehingga memungkinkan memukul lawan meskipun berada di jarak yang tidak dekat. Sedangkan untuk jenis bandhil yang terakhir merupakan gabungan dari 2 untuk bantil sebelumnya. Jadi senjata yang satu ini bisa digunakan pada jarak dekat maupun jarak jauh.

Cangkol

Dilihat sekilas maka Anda akan menemukan kemiripan antara cangkol dengan canggah. Bahkan prinsip kerja serta bentuknya pun mirip. Namun hal yang membedakan yaitu pada Cangkol terdapat pengait yang dapat digunakan untuk mengait leher lawan. Umumnya senjata tradisional yogyakarta ini akan digunakan oleh masyarakat desa di Provinsi Yogyakarta. Mereka menggunakan alat ini untuk melumpuhkan penjajah.

Plinteng

plinteng Yogyakarta

Nama lain dari senjata tradisional ini yaitu ketapel. Tentunya Anda tidak akan asing lagi dengan senjata tradisional yang satu ini. Karena memang banyak digunakan oleh anak kecil untuk bermain. Memiliki bentuk seperti huruf Y dan terdapat karet yang digunakan untuk melontarkan batu.

Keris

Keris Yogyakarta

Senjata tradisional ini masih eksis hingga saat ini. Senjata tradisional yang satu ini merupakan salah satu jenis senjata tikam yang proses pembuatannya senjata tradisional yogyakarta ini terbilang paling sulit dan paling lama jika dibandingkan dengan yang lain. Keris digunakan dalam suatu pertarungan jarak dekat. Cara penggunaannya yaitu dengan menikam ke arah lawan. Senjata tradisional satu ini memiliki bentuk yang unik karena sisinya berkelok-kelok.

Keris Ageman

keris ageman yogyakarta

Keris ageman juga merupakan salah satu senjata tradisional yogyakarta. Umumnya keris ini digunakan untuk hiasan cenderamata serta pelengkap. Sehingga senjata ini tidak digunakan dalam suatu pertarungan, melainkan lebih pada alat penghias saja.

Tulup

thulup yogyakarta

Senjata tradisional yang satu ini memiliki panjang sekitar 40 cm dan terbuat dari bahan bambu. Umumnya tulup digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memburu binatang seperti misalnya burung. Cara kerja senjata ini yaitu dengan cara ditiup. Anak panah yang telah dimasukkan sebelumnya akan meluncur dari senjata ini.

Editor terkait:

Tameng

Untuk senjata yang satu ini digunakan oleh para prajurit keraton Yogyakarta. Merupakan jenis senjata yang memang digunakan sebagai alat perlindungan diri. Zaman dulu alat ini sangat sering digunakan untuk berperang. Karena memang fungsinya sebagai perisai tubuh yang melindungi tubuh dari serangan benda-benda tajam.

Pedang

Untuk senjata tradisional yogyakarta yang terakhir yaitu pedang. Pedang juga menjadi senjata khas bagi masyarakat Provinsi Yogyakarta. Namun untuk saat ini pedang lebih difungsikan untuk upacara-upacara tradisional.

Baca juga kumpulan materi tentang Senjata Tradisional di indonesia atau materi menarik lainnya di Market Plays