3 Senjata Tradisional Maluku Beserta Gambar dan Penjelasannya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya senjata tradisional di masing-masing daerah yang terdapat di Indonesia. Salah satunya yaitu senjata tradisional yang berasal dari Provinsi Maluku. Bagi Anda yang penasaran apa saja senjata tradisional maluku, maka berikut akan diulas secara lengkap.

Senjata Tradisional Kalawai

Senjata tradisional pertama yang berasal dari Provinsi Maluku yaitu kalawai. Jika Anda lihat dengan sekilas, maka senjata yang satu ini memang mirip bentuknya dengan tombak. Akan tetapi jika Anda lihat dan perhatikan dengan seksama, maka kedua senjata tersebut berbeda, baik dalam segi bentuk ujungnya serta fungsi penggunaannya.

Bahan pembuatan senjata tradisional maluku ini berupa kayu serta buluh. Bentuknya pun sedikit lebih panjang jika dibandingkan dengan tombak biasanya. Sedangkan untuk bagian ujung buluh dipasangi besi-besi tajam yang berjumlah lebih dari satu dan diikat secara melingkar. Besi-besi yang terdapat di bagian ujung tersebut memiliki bentuk yang sangat tajam serta ukurannya pun kecil, sekitar 6 mm.

Penggunaan besi itu baru dilakukan akhir-akhir ini saja ketika zaman sudah mulai modern. Bahkan beberapa menggunakan bahan dari stainless steel agar lebih awet penggunaannya. Namun di zaman dulu ketika penggunaan besi masih terbilang minim, bagian runcingnya menggunakan kayu yang kemudian diasah sampai tajam.

Sehingga sekalipun terbuat dari kayu tetap memberikan efek yang cukup mematikan. Senjata kalawai ini merupakan salah satu senjata tradisional yang terdapat di Provinsi Maluku, namun meski begitu senjata tradisional maluku tersebut tidak digunakan untuk berperang ataupun untuk melindungi diri. Melainkan fungsi dari senjata ini lebih pada berburu.

Umumnya masyarakat Maluku akan menggunakannya untuk menangkap ikan ataupun hewan-hewan lainnya di laut. Dengan memanfaatkan bagian ujung yang begitu tajam tentunya akan mampu menangkap hewan-hewan laut dengan mudah. Biasanya hewan yang akan dijadikan buruan yaitu ikan, gurita serta teripang.

Masyarakat Maluku memang terkenal suka sekali memburu hewan-hewan tersebut. Nantinya hasil dari buruan akan dimakan bersama atau terkadang juga untuk dijual. Menggunakan senjata tradisional ini tentunya membutuhkan keahlian khusus. Bagi Anda yang belum pernah menggunakannya, tentu akan kesulitan menangkap ikan menggunakan kalawai ini.

Anda membutuhkan skill khusus karena memang menggunakan senjata tradisional maluku ini memerlukan kejelian serta kecepatan. Nyatanya tidak semua orang bisa menggunakan alat yang satu ini. Bahkan beberapa orang dari Maluku pun dipastikan ada yang tidak bisa mengoperasikanya. Hanya orang-orang yang tinggal di daerah pesisir seperti misalnya nelayan, yang ahli dalam menggunakan senjata tradisional ini.

Editor terkait:

Senjata Tradisional Parang Salawaku

Senjata tradisional berikutnya yang berasal dari Provinsi Maluku yaitu parang salawaku. Barang ini memiliki ciri khas yang sangat kental dengan Provinsi Maluku. Senjata tradisional tersebut memiliki ukuran mencapai 100 cm. Di tempa dari sebuah besi pilihan, sedangkan untuk bagian gagang senjata tradisional maluku ini terbuat dari kayu gapusa ataupun kayu besi.

Dihiasi dengan sarung parang yang disebut dengan perisai salawaku. Sehingga membuat penampilan parang ini terlihat lebih indah dan gagah. Perisai salawaku sendiri terbuat dari bahan kayu keras dan dihias menggunakan kulit kerang. Parang salawaku memiliki beragam fungsi. Berikut akan dijelaskan mengenai fungsi-fungsi dari parang salawaku.

  • Untuk berperang

Senjata tradisional ini memiliki manfaat sebagai alat untuk berperang. Terutama di zaman penjajahan dahulu. Nenek moyang masyarakat Maluku menggunakan senjata tradisional maluku ini untuk melawan para penjajah. Masyarakat Maluku tempo dulu tidak gentar melawan penjajah yang memiliki peralatan lebih mematikan dan canggih.

Namun meskipun begitu terbukti bahwa masyarakat Maluku berhasil menghalau penjajah serta membuat daerah mereka tetap bertahan dari para kolonial. Di tangan seorang jawara yang ahli, tentunya parang salawaku akan menjadi sangat mematikan.

Bukan hal yang aneh jika masyarakat Maluku khususnya Ambon sangat bangga terhadap senjata yang satu ini. Hal tersebut bisa Anda lihat dari tindakan mereka untuk menjadikan parang salawaku sebagai simbol kota Ambon. Karena memang bagi mereka senjata ini bukan hanya sekedar senjata tradisional, melainkan juga simbol suatu kemerdekaan.

Ada banyak nilai historis yang menyertainya. Salah satunya yaitu parang salawaku sebagai salah satu alat untuk mengusir penjajah zaman dahulu. Oleh karena itu masyarakat Maluku sangat menghormati sekali senjata tradisional maluku ini.

  • Perlengkapan tari

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki senjata tradisional, begitu juga untuk tariannya. Di setiap daerah Indonesia memiliki tarian khasnya masing-masing seperti contohnya di Maluku. Tarian khas Maluku yaitu tari cakalele.

Tari cakalele ini biasanya di mainkan ketika hendak menyambut seorang tamu yang penting. Terkadang juga tari cakalele dibawakan pada suatu upacara adat. Jumlah penari untuk tarian cakalele ini mencapai 30 orang pria serta wanita.

Sedangkan untuk musik pengiringnya menggunakan sejenis alat tiup yang dinamakan dengan bia, flute serta drum. Untuk penari pria, ketika tengah membawakan tarian cakalele ini mereka akan membawa parang salawaku. Sedangkan untuk pihak perempuannya akan membawa lenso.

Penggunaan senjata tradisional maluku pada tarian cakalele ini menjadi simbol tentang kekuatan para kaum laki-laki di Provinsi Maluku. Perisai salawaku akan dipegang di tangan sebelah kiri yang mengartikan perjuangan dalam mendapatkan keadilan.

Sedangkan untuk parangnya sendiri dipegang di tangan sebelah kanan yang melambangkan suatu keberanian. Tarian cakalele dengan memegang parang salawaku ini adalah sebuah simbol bagi harkat dan martabat rakyat Maluku yang akan tetap mereka jaga bahkan jika nyawa taruhannya.

Editor terkait:

Senjata Tradisional Busur Panah

Senjata tradisional yang terakhir yang juga berasal dari Provinsi Maluku yaitu busur panah. Senjata khas yang satu ini memang tidak banyak digunakan oleh masyarakat Maluku. Namun beberapa suku di daerah pedalaman Maluku sampai saat ini masih menggunakan senjata tradisional tersebut.

Cara menggunakan senjata ini yaitu dengan memanfaatkan elastisitas pada busur panah itu sendiri. Umumnya senjata ini digunakan untuk keperluan berburu. Namun di zaman dulu busur panah juga sering digunakan sebagai senjata tradisional maluku untuk melindungi diri dalam suatu peperangan.

Saat ini mungkin Anda sudah sering menemukan busur panah menjadi salah satu cabang olahraga. Secara umum busur terdiri atas beberapa bagian. Yaitu bagian limb yang memiliki bentuk melengkung. Lalu bagian tali busur yang terikat di ujung. Ketika Anda menarik ke arah belakang maka nantinya limb akan mulai melengkung.

Dan ketika Anda lepaskan maka daya elastisitas akan mendorong anak panah dengan sangat cepat. Semakin kuat Anda menarik busur ke arah belakang, maka jarak yang bisa ditempuh oleh anak panah juga semakin jauh.

Bagian lain yang terdapat di busur yaitu bagian pegangan. Bentuk, panjang, jenis material penyusun serta ketebalan dari busur akan benar-benar mempengaruhi gaya pegas yang nantinya akan dikeluarkan.

Untuk busur yang digunakan oleh suku pedalaman di Maluku masih menggunakan bahan berupa kayu. Namun Anda jangan salah, meskipun hanya dari bahan kayu senjata tradisional maluku ini kekuatannya sungguh sangat menakjubkan.

Baca juga kumpulan materi tentang Senjata Tradisional di indonesia atau materi menarik lainnya di Market Plays